TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Pembangunan manusia yang merupakan salah satu pilar utama dalam Visi Indonesia 2045, tidak bisa dipisahkan dari peningkatan kualitas pendidikan vokasi.

Pendidikan vokasi memiliki potensi besar dalam membekali SDM bangsa ini menghadapi megatrend dunia yang bervariasi dan terus berubah.

“Vokasi sebagai pendidikan yang menitikberatkan pada penguasaan keahlian atau keterampilan tertentu, menjadi pemegang peran kunci dalam membekali anak bangsa untuk bersaing secara global di masa depan,” kata Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Wikan Sakarinto di sela-sela kerjasama iDeA Indonesia dan Archipelago International saecara daring, Kamis (29/4/2021), 

Ia mengatakan, saat ini lembaga pendidikan vokasi harus terus beradaptasi dalam menyelenggarakan sistem pembelajaran.

Perubahan kondisi dan struktur ekonomi yang terjadi juga harus dijawab dengan mengembangkan pola kerjasama kemitraan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).

“Kemitraan yang dijalin harus meliputi banyak aspek, berkonsep link and match (taut-suai) yang komprehensif untuk mewujudkan tenaga kerja yang ahli untuk menjawab kebutuhan pasar kerja global yang semakin kompetitif,” katanya.

Baca juga: Kadin Akan Gencarkan Pendidikan Vokasi untuk Hasilkan Lebih Banyak Wirausahawan Baru

“Kami sangat menyambut baik inisiatif kemitraan seperti kerjasama yang dilakukan antara IDeA Indonesia dan Archipelago International, sebagai bentuk semangat penyelarasan dan kemitraan antara lembaga pendidikan vokasi dengan DUDI, dalam menciptakan SDM unggulan berbasis digital agar dapat bersaing di level global, khususnya di bidang perhotelan.”

Pendidikan vokasi diakui dapat menciptakan keunggulan kompetensi teknis atau hard skill, soft skill maupun karakter. Tidak terkecuali, lulusan vokasi pariwisata dan perhotelan akan makin banyak dicari karena diyakini memiliki kecakapan yang sesuai dengan kebutuhan industri.

Direktur Kursus dan Pelatihan, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Dr. Wartanto, M.M, mengatakan, pihaknya  terus mendorong terwujudnya pendidikan vokasi berstandar industri dengan ketersediaan teaching factory.

Dengan teaching factory, lembaga pendidikan vokasi otomatis dapat mengembangkan kurikulum dan strategi pembelajaran mengikuti perkembangan industri saat ini dan nanti.”





Sumber Link

By jrn686

Leave a Reply

Your email address will not be published.