Laporan Wartawan Tribunnews.com, Rina Ayu

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Masa pandemi bukan penghalang bagi orang tua untuk menunaikan kewajiban memberikan imunisasi dasar lengkap kepada anak.

Saat ini, cakupan imunisasi pada anak baik pada program imunisasi nasional maupun yang dilakukan oleh fasilitas kesehatan swasta pada umumnya menurun.

Kondisi ini amat mengkhawatirkan mengingat penurunan cakupan imunisasi pada beberapa penyakit tertentu dapat menimbulkan Outbreak atau kejadian luar biasa.

Sekretaris Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia Prof dr Soedjatmiko Sp.A(K) mengatakan, para orang tua harus diedukasi untuk segera melengkapi imunisasi anaknya.

Pada 2020 cakupan imunisaai dasar lengkap pada bulan ketiga dan bulan keempat rendah.

Baca juga: Ingin Imunisasi Anak, Tapi Masih Pandemi Covid-19? Ingat Manfaatnya, Ikuti Saran Dokter Agar Aman

Namun Kemenkes terus mengupayakan cakupan imunisasi pada anak harus tinggi dan akhirnya mencapai 80% kecuali imunisasi DT, MR2, dan HPV.

Data dari Surveilans di Kementerian Kesehatan menujukkan data bulan imunisasi anak sekolah tahun 2020 saat itu cakupan campak hanya mencapai 45%, Diphteria Tetanus (DT) 40% , dan Tetanus Diphteria (TD) juga 40%.

Prof. Soedjatmiko menilai rendahnya cakupan imunisasi karena orang tua takut tertular virus SARS-CoV-2 kalau ke fasilitas kesehatan.

Kemudian banyak juga orang tua yang tidak tahu bahaya penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi.





Sumber Link

By jrn686

Leave a Reply

Your email address will not be published.