JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengantongi puluhan nama perusahaan yang berencana melakukan Initial Public Offering (IPO) atau penawaran perdana saham di Bursa. Per 28 April 2021, terdapat 22 perusahaan yang termasuk dalam pipeline IPO di BEI.

Direktur Penilaian Bursa Efek Indonesia, I Gede Nyoman Yetna mengatakan, 22 perusahaan tersebut masuk dalam pipeline pencatatan saham BEI dan saat ini masih menjalani proses evaluasi pencatatan saham. Dari saham tersebut belum terdapat perusahaan BUMN maupun unicorn.

 Baca juga: IPO, Bio Farma Tunggu Titah Erick Thohir

“Terdapat 22 perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI. Dari seluruh pipeline IPO saham yang telah disampaikan sebelumnya, belum terdapat perusahaan yang merupakan unicorn dan BUMN dan Entitas Anak,” ujar Nyoman dalam keterangan tertulis, Jumat (30/4/2021).

Nyoman menjelaskan, sektor consumer cyclicals menjadi sektor dengan calon emiten terbanyak dengan jumlah enam perusahan. Lalu, sektor consumer non-cyclicals berjumlah tiga perusahaan.

 Baca juga: Aksi Korporasi, Ini 14 BUMN yang Akan IPO

Kemudian, sektor basic materials, industrials, properties & real estate, technology dan energy terdiri atas dua perusahaan. Selanjutnya, sektor financial, healthcare dan transportation & logistics dengan satu perusahaan.

Dari segi skala aset untuk perusahaan dalam pipeline bila merujuk pada POJK Nomor 53/POJK.04/2017, detailnya adalah sebagai berikut:

– 6 Perusahaan aset skala kecil. (aset dibawah Rp50 Miliar)

– 10 Perusahaan aset skala menengah. (aset antara Rp50 Miliar s.d. Rp250 Miliar)

– 6 Perusahaan aset skala besar. (aset diatas Rp250 Miliar).



Source link

By jrn686

Leave a Reply

Your email address will not be published.