VIVA – Layanan Rapid Test Antigen di Bandara Kualanamu Internasional Airport di Kabupaten Deli Serdang, terungkap menggunakan stik cutton buds swab bekas atau daur ulang. Penyidik Polda Sumatera Utara menyampaikan para pelaku berhasil meraup keuntungan mencapai Rp1,8 miliar selama beroperasi.

Hal itu, diungkapkan oleh Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak. Menurutnya, layanan rapid test daur ulang itu, sudah berlangsung sejak Desember 2020.

“Mereka mencari keuntungan, karena menggunakan stik swab bekas. Kurang lebih dari Desember 2020, (keuntungan) Rp1,8 miliar sudah masuk kepada yang bersangkutan (para tersangka),” jelas Panca Putra dikutip Jumat, 30 April 2021.

Hasil gelar perkara dilakukan penyidik Subdit IV Direktor Reserse Kriminal Khusus Polda Sumut, menetapaokan 5 orang tersangka. Yakni PM (45) menjabat sebagai Bisnis Manager Laboratorium Kimia Farma, SR (19) sebagai pekerja di Laboratorium Kimia Farma.



Source link

By jrn686

Leave a Reply

Your email address will not be published.