VIVA – Pemerintah telah memulai program pemberian Vaksin COVID-19 pada kelompok tertentu sejak Januari 2021. Setiap orang yang telah divaksin pun mengalami respons yang berbeda-beda, bahkan ada yang bisa tertular kembali.

Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Konsultan Alergi Immunologi, Dr. dr. Gatot Soegiarto, Sp.PD-KAI, FINASIM mengatakan, tak ada vaksin yang memberikan perlindungan hingga 100 persen. Untuk itu, WHO juga memberikan standar efikasi 50 persen pada vaksin yang ada saat ini. Artinya, untuk terinfeksi pasca divaksinasi pun masih ada, meski kemungkinannya rendah.

Hal itu juga dipengaruhi oleh berbagai faktor dari tiap orang, termasuk pola hidupnya. Berikut faktor-faktor yang meningkatkan khasiat vaksin di tubuh, dikutip dari webinar bersama Imboost.

1. Usia

Dokter Gatot menyebut, orang yang usianya muda dibandingkan dengan yang tua, respons atau titer antibodi yang dibentuk lebih rendah yang berusia lebih tua. Karena orang tua mengalami penurunan fungsi. Salah satunya fungsi imun yang menurun.

Menurut dokter Gatot, lansia disarankan mengonsumsi immunomodulator seperti echinace purpurea, karena sifatnya kalau imun lemah dia membantu meningkatkan, kalau sudah berlebihan akan mengerem.

“Lansia itu mengalami penurunan fungsi imun. Lansia kalau mengonsumsi immunomodulator seperti echinace purpurea, maka pemberian itu bagus. Artinya, dalam kondisi yang kurang, maka lansia harus dibantu atau dirangsang dengan immunomodulator seperti echinacea purpurea,” katanya.  

2. Gender



Source link

By jrn686

Leave a Reply

Your email address will not be published.