VIVA – Mutasi pada virus corona jenis baru kian bervariasi dan ditemukan di berbagai negara. Beragam mutasi COVID-19 ini membuat karakterisasi virus banyak berubah, mulai dari mudahnya penularan hingga penurunan efektivitas vaksin yang telah dikembangkan.

Dituturkan Anggota Tim Advokasi Vaksin Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Dr dr Erlina Burhan MSc SpP(K), mutasi merupakan hal yang wajar terjadi pada virus. Mutasi yang sering terjadi hingga memicu perubahan, disebut sebagai varian baru. Meski begitu, masyarakat diminta tak lengah agar mutasi bisa diredam sehingga pandemi COVID-19 perlahan mulai mereda.

“Satu hal yang saya ingatkan, kalau kita tidak mau banyak mutasi, maka kita cegah penularan di populasi,” kata Erlina, dalam acara virtual yang digagas oleh Imboost, baru-baru ini.

Menurut dokter spesialis paru di RSUP Persahabatan itu, virus yang kerap bermutasi dan melakukan replikasi di tubuh, membuatnya lebih mudah berkembang biak. Kondisi tersebut menimbulkan terjadinya infeksi secara berulang-ulang.



Source link

By jrn686

Leave a Reply

Your email address will not be published.