Laporan Wartawan Tribunnews, Bambang Ismoyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA – Bank CIMB Niaga mencatatkan perolehan laba bersih konsolidasi (unaudited) sebesar Rp 996 miliar pada kuartal pertama tahun 2021.

Jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, laba bersih CIMB Niaga menyusut 5,6 persen.

Di mana pada kuartal pertama tahun 2020 laba bersih perusahaan tercatat Rp 1,1 triliun.

Baca juga: Kinerja Penyaluran Kredit Perbankan Minus 4 Persen di Maret 2021, Ini Detailnya

Presiden Direktur CIMB Niaga Tigor M Siahaan mengatakan, meskipun demikian, CIMB Niaga mencatat pertumbuhan yang baik pada pendapatan operasional dan laba operasional sebelum pencadangan.

“Masing-masing sebesar 8,3 persen (year-on-year/you) dan 16,1 persen (yoy) di kuartal pertama tahun 2021,” jelas Tigor dalam keterangan yang diperoleh, (30/4/2021).

“Pencapaian ini menghasilkan tingkat profitabilitas kembali ke level sebelum COVID-19 dengan Return on Equity (ROE) sebesar 10,5 persen. Kinerja tersebut merupakan kontribusi dari margin yang lebih tinggi, peningkatan pada fee income, dan biaya operasional yang flat,” sambungnya.

Ia melanjutkan, sejalan dengan membaiknya indikator ekonomi, pihaknya berkeyakinan bahwa tahun 2021 akan lebih baik.

Di sisi lain, CIMB Niaga tetap berhati-hati di tengah pandemi COVID-19 yang kembali mewabah secara global baru-baru ini.

“Kami masih terus waspada dan fokus pada upaya mengembangkan bisnis Bank dengan memberikan layanan dan solusi perbankan terbaik kepada nasabah,” lanjut Tigor.

Untuk Capital Adequacy Ratio (“CAR”) dan Loan to Deposit Ratio (“LDR”) CIMB Niaga tercatat baik masing-masing sebesar 22,1 persen dan 85,3 persen per 31 Maret 2021.

Dengan total aset sebesar Rp272,6 triliun per 31 Maret 2021, CIMB Niaga mempertahankan posisinya sebagai bank swasta nasional terbesar kedua di Indonesia dari sisi aset.

Total penghimpunan dana pihak ketiga (“DPK”) tercatat sebesar Rp 200,1 triliun dengan rasio CASA sebesar 63,3 persen, sejalan dengan komitmen Bank untuk mengembangkan layanan digital dan meningkatkan customer experience.

Jumlah kredit yang disalurkan sebesar Rp173,4 triliun, yang utamanya dikontribusikan oleh bisnis Consumer Banking yang tumbuh 1,6 persen (yoy), Kredit Pemilikan Rumah tumbuh 5,2 persen (yoy) sementara Kredit Pemilikan Mobil meningkat sebesar 5,4 persen (yoy).





Sumber Link

By jrn686

Leave a Reply

Your email address will not be published.