VIVA – Delapan bulan setelah terjadi penyerangan brutal ke kantor Kepolisian Sektor Metro Ciracas, akhirnya otak pemicu mengamuknya seratusan prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) pada 29 Agustus 2020 itu, menghadapi palu putusan Pengadilan Militer II-8, Jakarta Timur.

Otak dari semua peristiwa yang terjadi di malam hari itu, Prajurit Dua M Ilham diputus bersalah dan dijatuhi vonis hukuman yang tak main-main beratnya.

Dalam putusannya, Hakim Ketua Kolonel Chk (K) Prestiti Siswayani menjatuhi Ilham hukuman 12 bulan kurungan penjara. Tak cuma itu saja, Ilham juga dijatuhi hukuman pemecatan dari dinas TNI Angkatan Darat.

Menurut Majelis Hakim dalam persidangan, hukuman berat itu dijatuhkan kepada Ilham karena perbuatan terdakwa telah merusak citra TNI Angakatan Darat di masyarakat.

Sementara menurut Oditur Militer, Letnan Kolonel Chk Salomon Balubun dalam siaran resmi yang diterima VIVA Militer, dalam persidangan majelis hakim menemukan bukti dan fakta bahwa jebolan tamtama yang saat penyerangan terjadi berdinas di Direktorat Hukum Angkatan Darat (Ditkumad) terbukti bersalah menyebarkan berita bohong yang akhirnya menjadi pemicu utama mengamuknya seratusaran prajurit TNI lainnya.

“Hal ini sebagaimana diatur dan diancam tindak pidana dalam Pasal 14 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana,” kata Letkol Chk Salomon Balubun di ruang sidang.



Source link

By jrn686

Leave a Reply

Your email address will not be published.