VIVA – Operasional tempat hiburan malam di DKI Jakarta selama bulan Ramadhan tengah disorot. Beberapa manajemen usaha hiburan malam diduga melanggar protokol kesehatan atau prokes dan dinilai tak punya toleransi terhadap masyarakat muslim yang tengah menjalani ibadah Ramadhan.

Perwakilan aliansi pemuda dan masyarakat, Andy Iskandar menyampaikan pihaknya berencana akan melaporkan beberapa manajemen hiburan malam ke polisi. Dia bilang sejumlah hiburan malam tersebut melanggar prokes di tengah upaya penanggulangan pandemi COVID-19.

“Mereka diduga melanggar prokes, melanggar ketentuan Undang-Undang Kesehatan, melanggar Keppres dan Undang-Undang tentang darurat kesehatan, melanggar Peraturan Daerah No.2 Tahun 2020 Tentang penanggulangan COVID-19 dan Melanggar Peraturan Daerah tentang PPKM DKI Jakarta,” kata Andy, dalam keterangannya yang dikutip Sabtu, 1 Mei 2021.



Source link

By jrn686

Leave a Reply

Your email address will not be published.