JAKARTAPemprov DKI Jakarta melalui Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta memastikan bahwa dua calo karantina kesehatan Covid-19 di Bandara Soekarno-Hatta (Soetta) bukan pensiunan Aparatur Sipil Negara (ASN) maupun pegawai Penyedia Jasa Perorangan Lainnya (PJLP) Disparekraf di Ibu Kota.

Plt Kadis Disparekraf DKI Jakarta Gumilar Ekalaya mengatakan bahwa pihaknya telah menelusuri dua tersangka yakni Raga Wicaksono dan Sunarso yang meloloskan WNA via Bandara Soekarno-Hatta tanpa melalui protokol kesehatan dengan menggunakan kartu pas bandara untuk Disparekraf DKI Jakarta.

“Dapat dipastikan, dua oknum tersebut bukan ASN maupun pensiunan ASN. Dua oknum tersebut juga tidak pernah tercatat sebagai pegawai PJLP Disparekraf DKI Jakarta,” ujar Gumilar dalam keterangannya, Sabtu (1/5/2021).

Ia membenarkan bahwa Disparekraf DKI Jakarta memiliki booth Tourist Information Center (TIC) yang terletak di Terminal Kedatangan 2 D Bandara Soekarno Hatta dan menugaskan pegawai PJLP untuk memberikan informasi pariwisata kepada wisatawan mancanegara maupun wisatawan domestik.

Namun, ruang kerja pegawai PJLP di dalam booth TIC yang berlokasi di areal umum bandara, dan tidak memiliki akses khusus di area terbatas Bandara Soetta.

Baca juga: Pemprov DKI Terbitkan Jam Operasional Restoran Selama Ramadhan, Ini Rinciannya

“Disparekraf DKI Jakarta selalu berupaya untuk melakukan tindakan pencegahan penyebaran virus Covid-19. Oleh karena itu, kami menyatakan sangat mendukung upaya pihak kepolisian untuk menindak tegas para pelanggar hukum,” tukasnya.

Baca juga: Restoran di Jakarta Harus Tutup Jam 22.30 dan Buka Lagi saat Sahur

Sebelumnya, Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus menyebut calo yang mengaku sebagai petugas protokol kesehatan dan melayani jasa melewati prosedur karantina Covid-19 bagi WNA dan WNI asal luar negeri saat tiba di Bandara Soetta, berinisial S merupakan pensiunan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta.

“Jadi S ini yang mulai mengatur dan menjemput memiliki kartu pass, dia merupakan mantan PNS di Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta yang sudah pensiun. Dia tahu seluk-beluk bandara, dia punya kartu pass bersama anaknya RW,” ujar Yusri Yunus, Rabu 28 April 2021.

Yusri Yunus mengungkapkan modus meloloskan prosedur karantina Covid-19 bagi WNA dan WNI yang tiba di Bandara Soekarno Hatta diduga sudah terjadi cukup lama dan bukan kali ini saja.

“WNI JD saja sudah dua kali, sebelumnya juga sudah sering. WNA India ada yang sudah tersebar di beberapa daerah dan ini kita telusuri,” tambah Yusri Yunus.

(fkh)



Source link

By jrn686

Leave a Reply

Your email address will not be published.