JAKARTA – Pendaftaran seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) jalur sekolah kedinasan 2021 akan ditutup kemarin, Jumat 30 April 2021. Seperti yang diketahui, pendaftaran tersebut sudah dibuka sejak 9 April 2021 yang lalu.

Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Andi Rahadian mengatakan, calon pelamar masih memiliki waktu untuk membuat akun SSCASN, melengkapi data dan dokumen persyaratan serta menyelesaikan proses pendaftaran.

 Baca juga: Wakil Menteri Cuma Dapat THR 85%, CPNS Cuma 80%

“Masih ada waktu untuk mendaftar sampai 30 April 2021 pukul 23.59 WIB. Bagi yang belum membuat akun atau pun belum menentukan sekolah dapat segera menuntaskan pendaftaran sampai tahap akhir,” ujar Andi di Jakarta.

Berikut beberapa fakta menarik mengenai seleksi CPNS sekolah kedinasan 2021 yang telah dirangkum Okezone, Jumat (1/5/2021):

 Baca juga: STAN dan IPDN Jadi Favorit CPNS Sekolah Kedinasan, Berikut Daftarnya

1. 167.898 Pelamar Belum Menyelesaikan Pendaftaran

Dari data BKN hingga Jumat (30/4/2021) pukul 02.00 WIB sudah ada 273.733 yang membuat akun di SSCN. Dari jumlah tersebut, baru 206.781 pelamar yang sudah memilih sekolah kedinasan.

Sementara itu dari yang sudah memilih sekolah kedinasan baru 167.898 yang telah menuntaskan pendaftaran. Pasalnya para pelamar tersebut telah melengkapi persyaratan dokumen.

2. Pelamar Hanya Bisa Pilih 1 Sekolah Kedinasan

Untuk mendaftar, calon pelamar terlebih dahulu harus membuat akun SSCASN di portal dikdin.bkn.go.id. Selanjutnya pelamar melengkapi data-data di formulir pendaftaran sekaligus memilih sekolah kedinasan dan formasi yang ingin dilamar.

“Pelamar hanya dapat memilih satu dari 29 sekolah kedinasan yang membuka pendaftaran,” jelas Andi.

3. Pelamar Harus Teliti Melengkapi Syarat dan Dokumen Pendaftaran

Kemudian pelamar mengunggah dokumen persyaratan sesuai dengan ketentuan instansi yang dilamar. Andi mengingatkan kepada pelamar agar teliti dan mengecek kembali data-data dan dokumen sebelum mengakhiri proses pendaftaran.

“Sebelum submit, pastikan semua data dan dokumen sudah sesuai. Cek kembali apakah yang sudah diisi dan diunggah sesuai dengan ketentuan persyaratan,” imbaunya.

4. Jika Dokumen Tidak Lengkap, Pelamar Akan Gugur

Pelaksana Tugas (Plt) Karo Humas Badan Kepegawaian Negara (BKN) Paryono mengingatkan agar pelamar menuntaskan pendaftaran. Salah satu langkah penuntasan pendaftaran adalah dengan melengkapi dokumen persyaratan.

Dia mengingatkan jika dokumen tidak dilengkapi maka dipastikan tidak akan lolos. “Berarti kan otomatis dia belum lengkap pendaftarannya. Jadi ga akan masuk karena submit itu penting,” ujarnya.

5. Proses Seleksi Melalui CAT, Waspada Praktik Penipuan dan Calo

Kepala Biro Hukum, Komunikasi, dan Informasi Publik Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Andi Rahadian mengatakan, calon pelamar agar waspada terhadap praktik penipuan/percaloan yang kerap muncul saat penerimaan sekolah kedinasan. Proses seleksi dilakukan dengan Computer Assisted Test (CAT) yang dipastikan transparan dan akuntabel.

“Jangan mudah percaya terhadap pihak-pihak yang menjanjikan kelulusan menjadi mahasiswa atau taruna sekolah kedinasan,” ujar Andi di Jakarta, Kamis (29/4/2021).

6. Cara Cek Alur Pendaftaran CPNS Sekolah Kedinasan 2021

 

Untuk mengetahui alur pendaftaran sekolah kedinasan 2021, pelamar dapat mengunduh Buku Petunjuk Pendaftaran Dikdin 2021 pada tautan https://dikdin.bkn.go.id/alur.

Bagi pelamar yang memerlukan informasi lebih lanjut dapat menghubungi layanan helpdesk daring Badan Kepegawaian Negara (BKN) melalui tautan https://helpdesk.bkn.go.id/dikdin/home. Terkait syarat-syarat pendaftaran lainnya dapat dilihat pada website masing-masing instansi/sekolah kedinasan.

7. Alokasi CPNS 6.464 dari Delapan Instansi Sekolah Kedinasan

Pada tahun ini sebanyak delapan instansi membuka seleksi CPNS jalur sekolah kedinasan dengan alokasi sebanyak 6.464 calon siswa/siswi/taruna/taruni sekolah kedinasan.

Di antaranya adalah Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham), Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Badan Pusat Statistik (BPS), Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).



Source link

By jrn686

Leave a Reply

Your email address will not be published.